Kamis, 17 Juni 2021

TUGAS MANDIRI 05 STATISTIKA INDUSTRI KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama                 : junita simanjuntak

Kelas                : pagi

Prodi                 : d3 akuntansi

 

 


 

LANGKAH LANGKAH PEMECAHAN MASALAH SECARA STATISTIK

Penggunaan  statistik  untuk  memecahkan  masalah,  akan  memberikan  hasil yang  lebih  tepat  jika  dalam  pelaksanaannya  mengikuti  ancangan  yang  bersifat lebih  ilmiah.  Agar  hasil  pengolahan  dapat  memberikan jawaban  yang  rasional terhadap  suatu  permasalahan,  maka  dalam  pelaksanaannya harus  dilakukan

berdasarkan langkah langkah yang telah ditentukan. Jika satu langkah diabaikan maka  besar  kemungkinan  hasil  akhirnya  tidak  mampu  menjelaskan  dengan tepat. Langkah langkah dasar yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah secara statistik adalah sebagai berikut:

A.   Mengidentifikasi   masalah   atau   peluang. Pertamakali   yang   harus dilakukan oleh pengguna adalah memahami dan mendefinisikan masalah atau peluang yang dihadapai secara tepat. Selanjutnya harus mengetahui informasi  secara  kuantitatif  mengenai  data  yang  mencakup  sifat  dan luasnya permasalahan.

B.    Pengumpulan   data   berdasarkan   fakta   yang   tersedia. Data   yang dikumpulkan  harus  benar,  tepat  waktu,  lengkap  dan  relevan  terhadap permasalahan  yang  ditelaah.  Sumber  data  dapat  berasal  dari data  intern yaitu data dari dalam organisasi/lembaga itu sendiri, sedang data ekstern yaitu data yang diambil dari organisasi/lembaga tersebut. Misalnya dalam suatu  perusahaan  untuk  data  mengenai bisnis  dan  ekonomi,  data  intern dapat  diambil  dari  unit  akuntansi,  produksi  dan  pemasaran  dan  unit  lain yang mendukung. Sedang untuk data ekstern diambil dari luar organisasi tersebut, misalnya dari asosiasi perdagangan, konsumen, pemasok, berita bisnis (Business Week dan lain lain), publikasi badanbadan pemerintah (hasil  Survey  Bisnis,  Sensus  Bisnis,  Statistik  Indonesia    dan  lain lain).

Namun  untuk  hasil  yang  akurat,  biasanya  data  diambil  langsung  dari pengumpul  data  sumber primer,  misalnya  organisasi  yang  pertamakali mengumpulkan   data   dan   mempublikasikannya   pertama kali.   Hal   ini disebabkan    organisasi  lain  yang  mereproduksi  data  primer  tersebut 

dapat melakukan  kesalahan  pada  saat  reproduksi  dan  tidak  menjelaskan kesalahannya.    Juga    tidak    dapat    menjelaskan    bagaimana    data dikumpulkan dan apa keterbatasanketerbatasannya?

C.   Pengumpulan   data   orsinil   yang   baru. Dalam   banyak   hal   ada kemungkinan   data   yang diperlukan   tidak   semuanya   tersedia   pada sumber sumber  yang  telah  didapat  sehingga  untuk  memenuhinya  harus mengumpulkan data sendiri. Ada beberapa keuntungan dari pengumpulan data  baru  ini,  yaitu dapat  mengetahui  permasalahan  dengan  benar  dan dapat  berpartisipasi  dalam  mendefinisikan  variabel variabel,  menentukan cara cara  pengukuran  variabel,  sehingga  fakta  yang  dihasilkan  akan

memiliki sifat sifat yang diperlukan untuk memecahkan masalah.

Ada bermacam macam metode untuk memperoleh data yang diinginkan,  diantaranya:

wawancara  secara  pribadi, dilakukan  dengan  bertanya  kepada responden  berdasarkan  daftar pertanyaan  yang  telah  disiapkan. Ancangan   pengumpulan   data ini   memungkinkan   pewawancara

memperjelas    istilah istilah    yang    tidak    dimengerti    responden, sehingga  data  yang  diperoleh  akan  lebih  akurat  dan  persentase perolehan  data  tinggi.  Namun  kelemahan  ancangan  ini  adalah

membutuhkan  biaya  yang  tinggi  dan  kadangkala responden  tidak berkenan  untuk  memberikan keterangan,  karena  tidak  senang dengan sikap pewawancara.

Dengan kuisioner melalui pos. Aturan umum yang harus dipenuhi cara  ini  adalah  pertanyaan  harus  dirancang  sederhana  dan  baik sehingga    responden    dalam    member

ikan    jawaban    mudah mengisinya,  misalnya  hanya  dengan  memberi  tanda  atau  dengan

kata kata yang sedikit. Penggunaan kuisioner relatif murah, namun persentase  perolehan  data  yang  bisa  dimanfaatkan  rendah  sebab banyak  kuisioner  yang  tidak  dikembalikan  dan  ada

kemungkinan jawaban  tidak  diisi  sendiri  oleh  responden  atau  ada  kemungkinan juga jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan yang ditanyakan

1.    Pengklasifikasian   dan   mengikhtisarkan   data. Langkah   selanjutnya setelah pengumpulan data adalah mengorganisasikan atau mengelompokkan   data   untuk   tujuan   penelaahan.   Klasifikasi   adalah identifikasi  data  yang  mempunyai  karateristik  serupa  dan  mengaturnya dalam   suatu   kelompok   atau   kelas.   Misalnya   data   produksi   dapat diklasifikasikan  berdasarkan  jenis  produk  yang  dibuat,  lokasi  pabrik,  atau proses  produksi  yang  digunakan  dan  sebagainya.  Klasifikasi  dapat  juga dilakukan dengan  metode yang lebih singkat yaitu dengan cara memberi kode  (coding).  Nomor  kode  dapat  dibuat  untuk  menunjukkan  obyek, seperti   orang,   dapat   diidentifikasi   berdasarkan:nomor   kartu   tanda penduduk, nomor penggajian dan sebagainya. Untuk obyek tempat dapat diidentifikasi mengenai    kode    pos,    nomor    wilayah    penjualan    dan sebagainya.    Untuk    obyek    benda    dapat    diidentifikasi    mengenai sukuncadang,  nomor  katalog  dan  lain-

lain.  Setelah  diberi  kode,  data tersebut  disusun  dalam  kelas- kelas  yang  teratur  yang  kemudian  dibuat ringkasannya   sehingga   dapat   lebih   mudah   untuk   dimengerti   dan memudahkan    untuk    pengolahan    selanjutnya.    Ringkasan    tersebut umumnya  dalam  bentuk  grafik,  tabel,  nilai  deskripsi  numerik  seperti

ukuran nilai tengah, ukuran dispersi dan lainnya.

2.    Penyajian. Informasi  dalam  bentuk  tabel,  grafik  dan  ukuran  kuantitatif sangat  diperlukan  sebab  sangat  membantu  dalam  memahami  suatu permasalahan,   dapat   membantu   dalam mengidentifikasi   hubungan hubungan  serta  dapat  membantu  para  analisis  dalam  menyajikan  dan mengkomunikasikan    butir butir    yang    penting    kepada    pihak    yang berkepentingan.

3.    Menganalisis data. Orang yang menganalisis data harus menginterpretasikan   langkah langkah   yang   telah   dilakukannya.   Jika menggunakan  ukuran  deskriptif  untuk  menarik  suatu  kesimpulan  maka analis  harus  menginterpretasikan  alat  bantu  statistik  yang  digunakan untuk mencari kemungkinan alternatif alternatif pemecahan masalah yang paling tepat. Namun ketepatan hasil alternatif pemecahan masalah sangat ditentukan   oleh   keterampilan   para   pemecah   masalah   dan   kualitas informasi  yang  dimiliki.  Pengambil  keputusan  harus  mempertimbangkan pilihan pilihan    atas    dasar    sasaran    yang    telah    ditentukan    agar menghas

ilkan  satu  rencana  atau  keputusan  yang  merupakan  jawaban terbaik terhadap permasalahan yang dihadapi.

TUGAS MANDIRI 04 STATISTIKA INDUSTRI KAMPUS MILENIAL ITBI

 



NAMA                                : JUNITA SIMANJUNTAK

KELAS                                : PAGI

PRODI                                : D3 AKUNTANSI

TUGAS MANDIRI 05 STATISTIKA INDUSTRI KAMPUS MILENIAL ITBI

  Nama                  : junita simanjuntak Kelas                 : pagi Prodi                 : d3 akuntansi       LANGKAH ...